Kelistrikan

artikel dibuat oleh Aurel Emmeline Kyneara, Faiza Maharani Azzahra, Queennisa arsy, dan Naufal Raissa Danu Pradita

Kelistrikan adalah cabang ilmu fisika yang mempelajari sifat, perilaku, dan fenomena alam yang berkaitan dengan muatan listrik, baik muatan positif (proton) maupun muatan negatif (elektron). Fenomena ini terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu listrik statis yang muatannya diam di permukaan benda dan listrik dinamis yang muatannya mengalir terus-menerus melalui penghantar. Aliran muatan pada listrik dinamis ini digerakkan oleh beda potensial atau tegangan, serta dibatasi oleh hambatan dari material yang dilaluinya. Dalam kehidupan modern, energi listrik sangat vital karena mudah diubah menjadi wujud energi lain seperti cahaya, panas, dan gerak untuk menunjang berbagai aktivitas manusia.

Sistem kelistrikan secara umum dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu arus bolak-balik (AC atau Alternating Current) dan arus searah (DC atau Direct Current). Program pemanfaatan arus AC biasanya diterapkan pada jaringan listrik PLN untuk rumah tangga karena tegangannya mudah dinaikkan atau diturunkan menggunakan transformator. Sementara itu, sistem arus DC lebih banyak digunakan pada perangkat elektronik portabel, baterai, dan kendaraan listrik karena arusnya mengalir secara stabil dalam satu arah. Kedua jenis program kelistrikan ini memiliki karakteristik

Dalam dunia kelistrikan, rangkaian seri dan paralel merupakan dua metode utama yang digunakan untuk menghubungkan komponen elektronik. Pada rangkaian seri, komponen-komponen disusun secara berurutan dalam satu jalur tunggal, sehingga jika salah satu lampu padam, seluruh aliran listrik akan terputus. Sebaliknya, rangkaian paralel menyusun komponen secara sejajar sehingga setiap perangkat memiliki cabang jalurnya sendiri untuk mengalirkan arus secara mandiri. Perbedaan karakteristik ini membuat rangkaian seri ideal untuk aplikasi sederhana seperti lampu hias, sedangkan rangkaian paralel menjadi standar utama dalam instalasi listrik rumah tangga.unik yang membuatnya saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan energi modern.

Cara kerja lampu pada rangkaian seri yaitu:
•Menggunakan satu jalur aliran listrik tunggal yang mengalir secara berurutan
•Jika terjadi kerusakan pada satu lampu atau lampu dilepas, maka lampu yang lain akan ikut mati
•Sumber energinya terbagi-bagi ke setiap lampu pada satu jalur dan sering membuat lampu satu lebih terang dari satu lampu lainnya, sehingga semakin banyak lampu cahayanya akan semakin redup

Sedangkan cara kerja lampu pada rangkaian paralel yaitu: •Menggunakan jalur bercabang atau berbeda-beda untuk setiap lampunya
•Jika terjadi kerusakan pada satu lampu atau lampu dilepas, lampu yang lain akan tetap menyala karena mengalir melewati jalur lain
•Sumber energinya secara merata pada setiap lampunya, sehingga lampu menyala lebih terang dan tidak memengaruhi satu sama lain

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top